<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mengenal Rifaiyah</title>
	<atom:link href="http://rifaiyah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rifaiyah.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Jan 2009 11:39:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rifaiyah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mengenal Rifaiyah</title>
		<link>http://rifaiyah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rifaiyah.wordpress.com/osd.xml" title="Mengenal Rifaiyah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rifaiyah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengawal langkah Rifaiyah</title>
		<link>http://rifaiyah.wordpress.com/2009/01/13/mengawal-langkah-rifaiyah/</link>
		<comments>http://rifaiyah.wordpress.com/2009/01/13/mengawal-langkah-rifaiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2009 05:49:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifaiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[organisasiku]]></category>
		<category><![CDATA[coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifaiyah.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Muktamar berlangsung, hampir seluruh komponen Rifaiyah begitu bersemangat. Visi dan misi mereka paparkan, berbagai macam trik dan lobipun diterapkan supaya jago yang diusung dapat terpilih menjadi Ketua Umum Rifa&#8217;iyah. Akan tetapi pasca muktamar, semua serba lesu darah. Pengurus terpilih dan masyarakatnya kembali terdiam dalam alam pikiran masing-masing. Terus terang penulis sedikit heran, ketika acara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifaiyah.wordpress.com&amp;blog=2017375&amp;post=23&amp;subd=rifaiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika Muktamar berlangsung, hampir seluruh komponen Rifaiyah begitu bersemangat. Visi dan misi mereka paparkan, berbagai macam trik dan lobipun diterapkan supaya jago yang diusung dapat terpilih menjadi Ketua Umum Rifa&#8217;iyah. Akan tetapi pasca muktamar, semua serba lesu darah. Pengurus terpilih dan masyarakatnya kembali terdiam dalam alam pikiran masing-masing.</p>
<p>Terus terang penulis sedikit heran, ketika acara muktamar yang konon menghabiskan dana hampir 1 milyar rupiah tersebut berlalu begitu saja. Bahkan kesan yang dapat penulis tangkap adalah muktamar hanya sebagai acara sok-sokan semata.</p>
<p>Sebagai bukti, agenda acara yang disuguhkan terkesan dipaksakan dan tidak dapat menjangkau tujuan yang semestinya dicapai dalam muktamar. Intinya muktamar adalah pemilihan ketua titik.</p>
<p>kalau diperkenankan usul, mestinya panitia muktamar harus sedikit bisa memanfaatkan momen, serta waktu yang ada untuk membahas dan menyelesaikan persoalan-persoalan Rifaiyah. Bukan terjebak pada acara ceremonial yang meriah semata. Ada beberapa hal yang menurut penulis bisa dilakukan ketika momen muktamar.</p>
<p>1. Demi efektifitas waktu serta dana Ketua terpilih harus sesegera mungkin di tempat itu juga membentuk kabinetnya. Oleh sebab itu pemilihan ketua langsung menurut penulis kurang tepat, sebab akan kesulitan perekrutan kabinet. Akan tetapi apbila proses pemilihan ketua dengan sistm formatur maka sang ketua terpilih dapat langsung merekomendasikan calon-calon ketua yang gagal tersebut untuk duduk di kabinetnya. Hal ini akan meminimalisir terjadinya oposisi. Dan dijamin bahwa mereka yang dapat meluangkan waktunya untuk hadir dalam muktamar memiliki loyalitas yang tinggi terhadap organisasi. Bukan malah menunjuk kabinet dari orang-orang yang tidak hadir dalam muktamar&#8230;!!! akibatnya nanti pasti program akan mandeg,  karena mereka bukan tipologi orang yang bisa diajak berorganisasi.</p>
<p>2. Pengurus terpilih bisa langsung mengadakan pertemuan, dalam rangka penyusunan draft program kerja yang akan diRakerkan ketika mereka secara resmi dilantik.</p>
<p>3. Sebisa mungkin melakukan langkah-langkah pragmatis  untuk menghindari perpecahan internal</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifaiyah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifaiyah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifaiyah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifaiyah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifaiyah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifaiyah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifaiyah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifaiyah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifaiyah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifaiyah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifaiyah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifaiyah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifaiyah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifaiyah.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifaiyah.wordpress.com&amp;blog=2017375&amp;post=23&amp;subd=rifaiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifaiyah.wordpress.com/2009/01/13/mengawal-langkah-rifaiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba112cb8d02e7d671a9fae1dd799bd6c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rifaiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rifaiyah di tengah Hiruk Pikuk Metropolitan</title>
		<link>http://rifaiyah.wordpress.com/2009/01/13/rifaiyah-di-tengah-hiruk-pikuk-metropolitan/</link>
		<comments>http://rifaiyah.wordpress.com/2009/01/13/rifaiyah-di-tengah-hiruk-pikuk-metropolitan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2009 02:59:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifaiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[organisasiku]]></category>
		<category><![CDATA[Rifaiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifaiyah.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Dulu Rifaiyah memang merupakan sebuah komunitas yang termarginal, terisolasi ( atau lebih tepatnya mengisolasi diri ) dan berkembang secara sembunyi-sembunyi, bahkan kadang masih ada beberapa orang yang masih malu-malu kucing kalau tidak boleh dikatakan takut untuk mengakui bahwa dirinya adalah orang Rifaiyah. Namun  situasi ini sekarang jauh berbeda, seiring dengan banyaknya santri Rifaiyah menimba ilmu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifaiyah.wordpress.com&amp;blog=2017375&amp;post=18&amp;subd=rifaiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu Rifaiyah memang merupakan sebuah komunitas yang termarginal, terisolasi ( atau lebih tepatnya mengisolasi diri ) dan berkembang secara sembunyi-sembunyi, bahkan kadang masih ada beberapa orang yang masih malu-malu kucing kalau tidak boleh dikatakan takut untuk mengakui bahwa dirinya adalah orang Rifaiyah.</p>
<p><span id="more-18"></span></p>
<p>Namun  situasi ini sekarang jauh berbeda, seiring dengan banyaknya santri Rifaiyah menimba ilmu diberbagai Universitas baik dalam maupun luar negeri. Kran kejumudan perlahan-lahan mulai dibuka. Akses terhadap ilmu pengetahuan mulai disingkap, gejala ini akan terasa benar apabila kita menyatroni sarang Rifaiyah yang ada di Jakarta.</p>
<p>Mungkin orang akan berfikir, Rifaiyah di Jakarta sudah ada semenjak dahulu. Pernyataan tersebut memang benar, akan tetapi hanya bersifat kultural, kalaupun ada struktur kepengurusannya itupun hanya bersifat formalitas semata. Namun pada tanggal 1 Muharram 1429 H. Kepengurusan Rifaiyah wilayah Jakarta dibentuk dengan sangat demokratis, dan betul-betul mempertimbangkan aspek kompetensi tanpa memandang sedikitpun sisi senioritas ataupun keturunan.</p>
<p style="text-align:left;">Walaupun dengan fasilitas seadanya, dan dukungan dana yang serba pas-pasan. Pengurus Wilayah DKI Jakarta, mulai berbenah diri. Izin ke Kesbang yang merupakan induk dari semua Ormas resmi di DKI mulai diupayakan dan Alhamdulillah untuk beberapa daerah seperti Jakarta Pusat dan Jakarta Timur perizinan tersebut sudah berhasil dimiliki.</p>
<p style="text-align:left;">Hanya yang ke pemprov DKI agak sedikit mengalami hambatan, namun Insya Allah dengan kegigihan punggawa-punggawa Rifaiyah Jakarta, izin tersebut akan segera dapat diterbitkan.</p>
<p style="text-align:left;">Dan satu hal yang menurut penulis merupakan kemajuan yang signifikan adalah adanya Plang Rifaiyah di pinggir jalan LetJen Suprapto Jakarta Pusat dan di depan kantor PW Rifaiyah. Karena dengan adanya kedua hal tersebut seolah PW Rifaiyah telah betul-betul siap untuk menjawab segala persoalan zaman yang akan segera menghadangnya seiring dengan paripurnanya proses perizinan tersebut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifaiyah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifaiyah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifaiyah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifaiyah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifaiyah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifaiyah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifaiyah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifaiyah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifaiyah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifaiyah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifaiyah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifaiyah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifaiyah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifaiyah.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifaiyah.wordpress.com&amp;blog=2017375&amp;post=18&amp;subd=rifaiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifaiyah.wordpress.com/2009/01/13/rifaiyah-di-tengah-hiruk-pikuk-metropolitan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba112cb8d02e7d671a9fae1dd799bd6c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rifaiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membedah Rukun Islam Satu</title>
		<link>http://rifaiyah.wordpress.com/2009/01/13/membedah-rukun-islam-satu/</link>
		<comments>http://rifaiyah.wordpress.com/2009/01/13/membedah-rukun-islam-satu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2009 02:34:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifaiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[islamuna]]></category>
		<category><![CDATA[kajian kitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifaiyah.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Utawi rukun Islam iku sawiji beloko yaiku angucap kalimah syahadat roro kang wus kasebut. Adapun rukun Islam itu hanya satu yaitu mengucap kalimah syahadat yang telah tersebut dimuka. Pernyataan inilah yang menuai kontraversi dikalangan ulama pada masa KH Ahmad Rifa&#8217;i masih hidup dan terus menggelinding sampai sekarang. Kalau kita hanya berhenti pada pemahaman kalimat di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifaiyah.wordpress.com&amp;blog=2017375&amp;post=16&amp;subd=rifaiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Utawi rukun Islam iku sawiji beloko yaiku angucap kalimah syahadat roro kang wus kasebut.</p>
<p>Adapun rukun Islam itu hanya satu yaitu mengucap kalimah syahadat yang telah tersebut dimuka.</p>
<p>Pernyataan inilah yang menuai kontraversi dikalangan ulama pada masa KH Ahmad Rifa&#8217;i masih hidup dan terus menggelinding sampai sekarang. Kalau kita hanya berhenti pada pemahaman kalimat di atas memang akan memancing banyak perdebatan dan pembahasan, akan tetapi kalau kita mau sedikit meluangkan waktu mempelajari kitab Beliau yang lain, yaitu Kitab Syarikh Al Iman, maka kontraversi yang muncul akan dapat ditekan bahkan bila mungkin dihilangkan. Dalam Syarikh Al Iman beliau mengatakan bahwa rukun Islam itu memang hanya satu, yaitu mengucap kalimah syahadat. Karena siapapun yang telah mengikrarkan kalimah syahadat maka orang tersebut sudah dihukumi Muslim, maka selanjutnya adalah diberitahukan kepadanya agar menjalankan kewajiban-kewajiban Ain muslim yang lain yaitu sholat, zakat, shaum dan hajji.</p>
<p>Kalau kita cermati lebih dalam penjelasan di atas maka akan di dapati kesamaan makna antara Rukun Islam satu dengan  rukun Islam lima. Di antaranya yaitu:</p>
<p>1. Baik Rukun Islam satu ataupun lima berpendapat bahwa siapaun orangnya baik kafir asli atau murtad apabila ia telah mengucapkan dua kalimah syahadat maka ia dihukumi Muslim.</p>
<p>2. Baik Rukun Islam satu maupun lima berkeyakinan bahwa seorang muslim yang meninggalkan sholat bukan karena Juhud atau ingkar terhadap kewajiban sholat, maka orang tersebut masih dihukumi sebagai orang Islam namun fasiq dosa besar.</p>
<p>3. Rukun dalam pengertian rukun Islam lima tidaklah sama dengan rukun dalam rukun sholat, yang apabila salah satu dari rukun-rukunnya ditinggalkan maka akan batal sholatnya. Pengertian ini sinonim dengan arti wajib atau kewajiban muslim pasca syahadat sebagaimana yang dijabarkan oleh KH Ahmad Rifa&#8217;i ketika mengemukakan ijtihadnya bahwa rukun Islam hanya satu sebab yang lain adalah berupa kewajiban yang harus dilakukan oleh Muslim setelah berikrar syahadat.</p>
<p>Oleh sebab itu dari uraian di atas dapat ditarik suatu benang merah antara rukun Islam satu dan Rukun Islam Lima, bahwa keduanya merupakan dua hal yang sejalur dan semakna bahkan bertemu pada titik kulminasi yang sama, yang tanpa beda sedikitpun. Jika dalam istilah arabnya adalah ikhtifaf fillafdzi wal ittifaq fil ma&#8217;na ( berbeda dalam lafadznya namun sama dalam maknanya ).</p>
<p>Penulis yakin dengan penjabaran sekelumit ini, apabila kita menghayatinya dengan semangat ukhuwah maka sudah sangat cukup untuk menghapus segala kontraversi dalam menyikapi rukun Islam satu. Mudah-mudahan Allah senantiasa mengikat kita dalam agama Allah yang kokoh, dalam bingkai ahlusunnah wal jamaah. Amiin</p>
<p>4.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifaiyah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifaiyah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifaiyah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifaiyah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifaiyah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifaiyah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifaiyah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifaiyah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifaiyah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifaiyah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifaiyah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifaiyah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifaiyah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifaiyah.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifaiyah.wordpress.com&amp;blog=2017375&amp;post=16&amp;subd=rifaiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifaiyah.wordpress.com/2009/01/13/membedah-rukun-islam-satu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba112cb8d02e7d671a9fae1dd799bd6c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rifaiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kajian kitab Tahyirah Mukhtashar BAB Iman</title>
		<link>http://rifaiyah.wordpress.com/2007/11/03/kajian-kitab-tahyirah-mukhtashar-bab-iman/</link>
		<comments>http://rifaiyah.wordpress.com/2007/11/03/kajian-kitab-tahyirah-mukhtashar-bab-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Nov 2007 02:34:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifaiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifaiyah.wordpress.com/2007/11/03/kajian-kitab-tahyirah-mukhtashar-bab-iman/</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrahmannirrahiim. &#8220;Utawi syarat sahe iman lan syahadat iku arep asih ingsekabihe syari&#8217;ate nabi Muhammad&#8221; kutipan kalimat diatas akan didapati dalam kitab Tahyirah karya monumental dari syekh Ahmad Ar Rifa&#8217;i Al Jawi, seorang ulama kharismatik yang pernah hidup pada abad ke 18 M. kalau dilihat lafadznya mungkin sederhana sekali akan tetapi maknanya sangat dalam, karena menyangkut sah dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifaiyah.wordpress.com&amp;blog=2017375&amp;post=10&amp;subd=rifaiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirrahmannirrahiim.</p>
<p>&#8220;Utawi syarat sahe iman lan syahadat iku arep asih ingsekabihe syari&#8217;ate nabi Muhammad&#8221;</p>
<p>kutipan kalimat diatas akan didapati dalam kitab Tahyirah karya monumental dari syekh Ahmad Ar Rifa&#8217;i Al Jawi, seorang ulama kharismatik yang pernah hidup pada abad ke 18 M. kalau dilihat lafadznya mungkin sederhana sekali akan tetapi maknanya sangat dalam, karena menyangkut sah dan tidaknya syahadat dan iman seseorang yang artinya orang bisa menjadi kafir apabila hal tersebut diatas tidak diaplikasikan dalam kehidupan nyata sehari-hari.</p>
<p>seseorang dikatakan sah iman dan syahadatnya apabila ia telah benar2 cinta dan menrima dengan sami&#8217;na wa atho&#8217;na apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW. baik meliputi hukum, khobar maupun janji. intinya apa yang datang dari Nabi Muhammad Saw harus di imani, diyakini dan diamalkan tanpa melakukan tawar menawar.</p>
<p>ada satu kisah menarik dalam hadis Shahih Bukhori: bahwa dulu Rasulullah saw pernah menghukum potong tangan kepada seorang perempuan di Madinah yang telah ketangkap basah sedang mencuri. setelah keputusan dibacakan, maka Rasul pulang kerumah, sememntara para sahabat kemudian berunding untuk membahas keputusan dari Rasulullah tersebut. mereka sepakat bahwa mereka mentaati dan mendengarkan keputusan Rasul itu, akan tetapi mereka hendak mengajukan dispensasi hukuman kepada Rasul untuk perempuan tersebut dengan alasan bahwa perempuan tersebut adalah putri dari orang terpandang di Madinah, dikawatirkan apabila eksekusi tetap dilakukan maka eksesnya akan berimbas kepada masyarakat muslim disana. setelah mereka berunding cukup lama, maka diutuslah Usamah Bin Zaid untuk menelui Rasulullah. perlu diketahui bahwa Usamah ini merupakan cucu angkat dari rasulullah Saw. Rasul Mencintai Usamah sebagaimana beliau mencintai Hasan dan Husain, disamping itu Usamah juga dikenal mempunyai bahasa yang sangat halus sehingga dirasa cukup pantas untuk mengemban tugas yang maha berat ini.</p>
<p>Pada hari yang telah ditentukan, datanglah Usamah menghadap Nabi. melihat Usamah datang maka bahagialah Rasulullah sampai mukanya nampak berseri-seri. Namun ketika Usamah menyampaikan maksud kedatanganya yang akan meminta dispensasi hukuman buat perempuan yang diputuskan untuk dipotoing tangannya tersebut, seketika roman muka beliau berubah 180 derajat, muka beliau merah padam karena marah luar biasa karena syariat telah ditawar. sontak beliau bersabda:&#8221; Wahai Usamah Demi Allah yang Jiwaku berada dalam genggamannya, tidaklah Allah merusak umat sebelum kamu kecuali apabila orang2 terhormat diantara mereka yang mencuri maka mereka bebaskan dari segala hukuman, akan tetapi apabila yang mencuri adalah orang2 lemah maka kalian tegakkan hukum dengan setegak-tegaknya. Demi Allah, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri maka niscaya aku sendiri yang akan memotong tangannya.&#8221;</p>
<p>Ringkasan cerita diatas menggambarkan kepada kita bahwa semua syariat yang datang dan disampaikan oleh Nabi harus kita dengarkan dan kita taati tanpa ditawar-tawar. Mernawarnya saja terlarang apalagi merubahnya.</p>
<p>Dewasa ini dinegara Kita ada suatu kelompok yang memproklamirkan dirinya dengan Jaringan Islam Liberal yang digawangi oleh para Intelektual muda Indonesia. Jaringan ini sedemikian vulgar dalam mengobok-obok syariat Islam, menjungkir balikkan ayat, memotong-motong hadis demi kepentingan mereka. Mereka menafsirkan al Qur&#8217;an dengan menggunakan teknik Hermeunetika sebuah metode penafsiran yang dikembangkan oleh gereja. Agar metode ini bisa digunakan untuk Al Qur&#8217;an maka hal poko yang harus dilakukan adalah menganggap Al Qur&#8217;an bukanlah kitab suci yang datang dari Allah, namun hanya sebagai buah perenungan panjang dari Nabi SAW dan merupakan produk budaya Arab. Naudzubillah MinDzalik kebohongan apa yang sedang mereka buat????</p>
<p>mereka mengemukakan berjilbab bukan merupakan kewajiban bagi wanita, karena jilbab menurut mereka adalah batas kesopanan dalam berpakaian pada setiap daerah, yang bisa jadi berbeda2 pada masing2 daerah. dan masih banyak pemutar balikan syariat Islam yang suci untuk disesuaikan dengan ligika dan pola pikir dangkal mereka.</p>
<p>lalu bagaimana status mereka???. kalau kita merujuk pada tulisan Syekh Ahmad Ar Rifai diatas maka sudah jelas, walaupun mereka mengaku beriman dan membaca Syahadat berulang2 namun iman dan syahadat mereka tidak sah alias batal.</p>
<p>oleh sebab itu, sebagai muslim yang baik mari jalankan Islam dengan kaffah dengan sempurna walaupun pada prakteknya sangat berat, namun pada hati kecil kita, kita harus tetap myakini dan mencintai semua syariat yang disampaikan oleh Rasulullah SAW sembari senantiasa memohon anugerah dari Allah SWT agar diberikan kemampuan untuk bisa selalu berada pada Shiratol Mustakiim.</p>
<p>Warning to santri Rifaiyah dimanapun berada kaji terus kitab Ireng ngga usah aneh2 insya Allah selamat dunia akherat. mari bendung pemahaman sesat dengan meningkatkan aqidah dan keimanan kita.</p>
<p>Smoga Allah memberiakan Maghfiroh serta mengucurkan rahmat kepada Kita semua Amiin</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rifaiyah.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rifaiyah.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifaiyah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifaiyah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifaiyah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifaiyah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifaiyah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifaiyah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifaiyah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifaiyah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifaiyah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifaiyah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifaiyah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifaiyah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifaiyah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifaiyah.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifaiyah.wordpress.com&amp;blog=2017375&amp;post=10&amp;subd=rifaiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifaiyah.wordpress.com/2007/11/03/kajian-kitab-tahyirah-mukhtashar-bab-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba112cb8d02e7d671a9fae1dd799bd6c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rifaiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kenapa Rifaiyah Ngga&#8217; maju-maju !!!</title>
		<link>http://rifaiyah.wordpress.com/2007/10/31/kenapa-rifaiyah-ngga-maju-maju/</link>
		<comments>http://rifaiyah.wordpress.com/2007/10/31/kenapa-rifaiyah-ngga-maju-maju/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2007 06:19:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifaiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifaiyah.wordpress.com/2007/10/31/kenapa-rifaiyah-ngga-maju-maju/</guid>
		<description><![CDATA[sebuah renungan orang pinggiran. sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada sesepuh dan para kiyai apabila uneg2 ini nanti dianggap terlalu lancang. mungkin ini hanyalah semacam coretan yang mengada-ada namun insya Allah tulus berharap agar Rifaiyah kelak bisa menjadi ORMAS besar seperti NU dan Muhammadiyah, minimal dalam kualitasnya. menurut kami yang bodoh ini. Rifaiyah tidak maju2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifaiyah.wordpress.com&amp;blog=2017375&amp;post=9&amp;subd=rifaiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sebuah renungan orang pinggiran.</p>
<p>sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada sesepuh dan para kiyai apabila uneg2 ini nanti dianggap terlalu lancang. mungkin ini hanyalah semacam coretan yang mengada-ada namun insya Allah tulus berharap agar Rifaiyah kelak bisa menjadi ORMAS besar seperti NU dan Muhammadiyah, minimal dalam kualitasnya.</p>
<p>menurut kami yang bodoh ini. Rifaiyah tidak maju2 karena banyak Faktor, diantaranya</p>
<p>1. kurangnya SDM yang berkualitas. menurut pantauan dari kami, masih sedikit dari kader Rifaiyah yang bersekolah tinggi. lebih2 kaum hawanya, mereka masih dikungkung oleh sebuah tradisi yang mengakar kuat bahwa perempuan hanyalah pelengkap saja, yang kerjaannya hanya ( Mohon maaf ) disumur, didapur dan dikasur.</p>
<p>2. terlalu mengisolasi diri dari segala bentuk kemajuan zaman dan teknologinya. padahal zaman selalu bergerak berbanding lurus dengan teknologi, siapapun yang berusaha melawannya akan tergilas oleh zaman itu sendiri. kami tidak bermaksud membuka lebar-lebar pintu kemajuan dan peradaban, sebab setiap kemajuan teknologi pasti berimbas pada dua hal yaitu positif dan negatif. yang positif selayaknya kita ambil dan manfaatkan, semntara yang negatif kita kubur dalam2.</p>
<p>3. tidak mau menerima segala bentuk perbedaan. atau lebih tepatnya kurang siap. seperti perbe4daan pendapat, penafsiran, pikiran maupun perbedaan pandangan.</p>
<p>4. selalu terlambat dalam pengkaderan. kami ingat betul sebuah cerita disaat haulnya K.H Bajuri Kretegan. konon katanya pesantren beliau berhasil mencetak kader2 hebat yang berkualitas tinggi seperti K.H Zaenal Abidin, K.H Rois Yahya, K.H Ali Zuhri alm, K.H Ahmad Syadzirin amin, K.H Ahmad Saud dan masih banyak lagi tokoh yang terlahir dari tanagn dingin beliau. akan tetapi kalau kita berkunjung kepesantren tersebut, kita hanya akan mendapati sisa2 kejayaanya saja. kenapa begitu ??? Jawabnya adalah terlambat pengkaderan. haruskah pengalaman ini harus terulang kembali????</p>
<p>4. dominasi kaum tua tanpa memberikan peluang pada generasi muda. kalau kita mau belajar kepada Muhammadiyah,  organisasi yang sistem administrasinya dianggap paling jempolan, ternyata mereka nbanyak menempatkan orang2 yang kompeten untuk menempati bagian2 vital dalam berorganisasi tanpa sedikitpun memandang usia. bagaimana rifaiyah mau maju kalo yang nempati bagian pendidikannya adalah orang yang tidak tau pendidikan, bagian keuangannya adalah orang yang justru ahli fiqh bukan seorang ekonom.</p>
<p>5. kurangnya konsolidasi antar pengurus, karena tidak memiliki kantor pusat. bagaimana pengurus bisa bekerja dengan maksimal, kalo ketuanya di Pekalongan, sekretarisnya dikendal dan bendaharanya di Pati ????&#8230;akibatnya pengurus pusat hanya bisa bertemu kalo ada kegiatan saja.</p>
<p>6. tidak punya amal usaha. sebuah organisasi akan berjalan dengan maksimal apabila didukung dengan kekuatan dana yang memadai, walaupun teori ini tidak mutlak benar namun setidak2nya mendekati benar he&#8230;he..</p>
<p>7. kurang pedulinya masyarakat Rifaiyah terhadap organisasi Rifaiyah.</p>
<p>sebenarnay masih banyak siih tapi aku sudah keburu capek&#8230; mudah2an lain kali bisa disambung. ada yang mau nambahi.</p>
<p>Warning!!!</p>
<p>tulisan ini bukan bermaksud merendahkan pengurus Rifaiyah dan melupakan kontribusi dan jasa beliau yang begitu besar kepada Rifaiyah, namun hanya sekedar introspeksi diri agar kedepan Rifaiyah akan menjadi lebih baik. tanpa kritik sebuah organisasi tidak akan pernah menjadi maju&#8230;.begitu kira2 pesan dari Si Mbahku&#8230;</p>
<p>Wallohul Musta&#8217;an</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rifaiyah.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rifaiyah.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifaiyah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifaiyah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifaiyah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifaiyah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifaiyah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifaiyah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifaiyah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifaiyah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifaiyah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifaiyah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifaiyah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifaiyah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifaiyah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifaiyah.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifaiyah.wordpress.com&amp;blog=2017375&amp;post=9&amp;subd=rifaiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifaiyah.wordpress.com/2007/10/31/kenapa-rifaiyah-ngga-maju-maju/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba112cb8d02e7d671a9fae1dd799bd6c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rifaiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kajian fiqh</title>
		<link>http://rifaiyah.wordpress.com/2007/10/31/kajian-fiqh/</link>
		<comments>http://rifaiyah.wordpress.com/2007/10/31/kajian-fiqh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2007 05:18:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifaiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifaiyah.wordpress.com/2007/10/31/kajian-fiqh/</guid>
		<description><![CDATA[gue lagi di bali neeehhhh Hukum memakai Parfum Beralkohol assalamualaikum Wr.Wb. Dewasa ini, dikalangan masyarakat kita ada trend baru yang beredar yaitu kegemaran membeli parfum yang katanya non alkohol. dijalan-jalan bahkan di mall sekalipun orang menjual minyak wangi tersebut. Fenomena tersebut seakan meninggalkan kesan bagi kita bahwa parfum beralkohol itu tidak boleh dipakai lebih-lebih untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifaiyah.wordpress.com&amp;blog=2017375&amp;post=8&amp;subd=rifaiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rifaiyah.files.wordpress.com/2007/10/100_4002.jpg" title="100_4002.jpg"><img src="http://rifaiyah.files.wordpress.com/2007/10/100_4002.thumbnail.jpg?w=97&#038;h=129" alt="100_4002.jpg" height="129" width="97" /></a></p>
<p>gue lagi di bali neeehhhh</p>
<p>Hukum memakai Parfum Beralkohol</p>
<p>assalamualaikum Wr.Wb.</p>
<p>Dewasa ini, dikalangan masyarakat kita ada trend baru yang beredar yaitu kegemaran membeli parfum yang katanya non alkohol. dijalan-jalan bahkan di mall sekalipun orang menjual minyak wangi tersebut. Fenomena tersebut seakan meninggalkan kesan bagi kita bahwa parfum beralkohol itu tidak boleh dipakai lebih-lebih untuk sholat jum&#8217;at. berikut kami coba paparkan sedikit perbendaharaan kami tentang masalah tersebut.</p>
<p>sebenarnya para ulama berselisih pendapat tentang alkohol. ada yang mengatakan bahwa alkohol itu najis dan ada yang mengatakan alkohol itu suci. bagi yang berpendapat alkohol najis maka parfum yang beralkohol pun hukumnya najis. bagi yang berpendapat bahwa alkohol itu tidak najis maka parfum beralkoholpun hukumnya tidak najis.</p>
<p>pendapat pertama disandarkan pada firman allah swt QS. Al Maidah :90 yang artinya</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya Khamer, judi, sembelihan untuk berhala, dan mengundi nasib dengan panah, itu rijs dan termasuk perbuatan setan, maka jauhilah supaya kalian beruntung.&#8221; </em></p>
<p>menurut kelompok yang menajiskan alkohol, kata rijs pada ayat diatas sama dengan keji yang berarti kotor, lalu ditafsirkan sebagai najis. pendapat ini menurut para pakar tafsir sangat lemah. hal ini dikarenakan kata rijs merupakan khabar dari khamer, judi, sembelihan untuk berhala dan mengundi nasib. artinya keempat hal ini dianggap rijs oleh Al Qur&#8217;an. kalo rijs diartikan dengan najis, lalu apakah judi adalah najis? sementara ini belum ada satupun ulama yang mengatakan bahwa judi, mengundi nasib dan sembelihan untuk berhala itu najis</p>
<p>ulama yang berpendapat bahwa khamer itu tidak najis menggunakan dalil yang sama dengan kelompok pertama, akan tetapi mereka beda dalam istidlal, menurut mereka rijs pada khamer tidak berhubungan dengan materi akan tetapi pada perbuatan meminumnya, begitupun dengan mengundi nasib dengan panah dan menyembelih untuk berhala semuanya dalah perbuatan kotor dan bukan najis. jadi QS Al Maidah 90 diatas sangat tidak tepat apabila digunakan sebagai dalil dalam menajiskan khamer.</p>
<p>kelompok ini juga melandasi pendapatnya dengan fakta sejarah, bahwa ketika turun ayat yang berhubungan dengan keharaman khamer para sahabat langsung menumpahkan khamer2 mereka dijalan2 atau di lantai. Jika khamer itu najis pastilah mereka tidak akan menumpahkan khamer tsb disembarang tempat. dari sini dapat dipahami bahwa khamer tidak najis, hal ini berarti memakai parfum yang beralkoholpun tidak apa2.</p>
<p>meskipun ulama pertama mengatakan bahwa alkohol itu najis, akan tetapi mereka berpendapat bahwa memakainya untuk parfum hukumnya dimaaf ( Najis Ma&#8217;fu).</p>
<p>kesimpulannya, memakai parfum beralkohol untuk sholat hukumnya tidak apa2.</p>
<p>Wallahu A&#8217;lam</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rifaiyah.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rifaiyah.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifaiyah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifaiyah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifaiyah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifaiyah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifaiyah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifaiyah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifaiyah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifaiyah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifaiyah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifaiyah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifaiyah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifaiyah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifaiyah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifaiyah.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifaiyah.wordpress.com&amp;blog=2017375&amp;post=8&amp;subd=rifaiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifaiyah.wordpress.com/2007/10/31/kajian-fiqh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba112cb8d02e7d671a9fae1dd799bd6c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rifaiyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifaiyah.files.wordpress.com/2007/10/100_4002.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">100_4002.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>numpang mejeng Ahhhh</title>
		<link>http://rifaiyah.wordpress.com/2007/10/30/numpang-mejeng-ahhhh/</link>
		<comments>http://rifaiyah.wordpress.com/2007/10/30/numpang-mejeng-ahhhh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2007 06:16:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifaiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifaiyah.wordpress.com/2007/10/30/numpang-mejeng-ahhhh/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifaiyah.wordpress.com&amp;blog=2017375&amp;post=5&amp;subd=rifaiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rifaiyah.files.wordpress.com/2007/10/rimg0084.jpg" title="rimg0084.jpg"><img src="http://rifaiyah.files.wordpress.com/2007/10/rimg0084.thumbnail.jpg?w=780" alt="rimg0084.jpg" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rifaiyah.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rifaiyah.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifaiyah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifaiyah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifaiyah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifaiyah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifaiyah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifaiyah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifaiyah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifaiyah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifaiyah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifaiyah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifaiyah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifaiyah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifaiyah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifaiyah.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifaiyah.wordpress.com&amp;blog=2017375&amp;post=5&amp;subd=rifaiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifaiyah.wordpress.com/2007/10/30/numpang-mejeng-ahhhh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba112cb8d02e7d671a9fae1dd799bd6c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rifaiyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rifaiyah.files.wordpress.com/2007/10/rimg0084.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rimg0084.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa itu Rifaiyah ???</title>
		<link>http://rifaiyah.wordpress.com/2007/10/30/apa-itu-rifaiyah/</link>
		<comments>http://rifaiyah.wordpress.com/2007/10/30/apa-itu-rifaiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2007 06:11:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifaiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rifaiyah.wordpress.com/2007/10/30/apa-itu-rifaiyah/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Ikhwan Fillah, mungkin sebagian dari kita belum tau dan belum kenal apa itu Rifaiyah. mudah2an tulisan ringan ini bisa sedikit membantu rasa penasaran para ikhwan tentang Rifaiyah. Rifaiyah adalah sebuah organisasi kemasyarakatan yang didirikan oleh murid2 Hadratusy Syeikh Ahmad Rifai Bin Muhammad Al Jawi, yang berakidah Ahlusunnah Wal Jama&#8217;ah dengan mengikuti madzhab Imam Asy [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifaiyah.wordpress.com&amp;blog=2017375&amp;post=3&amp;subd=rifaiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum</p>
<p>Ikhwan Fillah, mungkin sebagian dari kita belum tau dan belum kenal apa itu Rifaiyah. mudah2an tulisan ringan ini bisa sedikit membantu rasa penasaran para ikhwan tentang Rifaiyah.</p>
<p>Rifaiyah adalah sebuah organisasi kemasyarakatan yang didirikan oleh murid2 Hadratusy Syeikh Ahmad Rifai Bin Muhammad Al Jawi, yang berakidah Ahlusunnah Wal Jama&#8217;ah dengan mengikuti madzhab Imam Asy Syafi&#8217;i RA.</p>
<p>penamaan rifaiyah diambil dari nama belakang Hadratusy syekh dengan ditambah ya&#8217; nisbat. maka didapatkanlah kata RIFAIYAH.</p>
<p>untuk mengetahui tentang siapa itu Syekh Ahmad Rifa&#8217;i silahkan klik www.rifaiyah.com.</p>
<p>kehadiran organisasi rifaiyah ini adalah dalam rangka memurnikan kembali Akidah umat Islam di Jawa yang mengalami distorsi oleh kebudayaan setempat yang tidak sesuai dengan ajaran2 Islam. kalu di tilik dari pendirinya Rifaiyah adalah organisasi Islam tertua di Indonesia karena berdiri sejak abad 18 M, bandingkan dengan NU dan Muhammadiyah.</p>
<p>Metode dakwah yang digunakan tidak jauh beda dengan NU, yaitu pendekatan budaya dan sosial dengan membangun lembaga2  pendidikan tradisional seperti Pesantren dan majlis ta&#8217;lim. ditambah menterjemahkan kitab2 arab kedalam bahasa jawa untuk memudahkan orang awam yang ingin belajar Islam dengan benar.</p>
<p>Jama&#8217;ah Rifaiyah saat ini berjumlah sekitar 3 juta jiwa yang tersebar di berbagai daerah di jawa seperti Pati, Demak, Kendal, Pekalongan, Ambarawa, Wonosobo, Temanggung dan Batang. jamaah ini sedikit mengisolasi diri dan banyak berdomisili didaerah-daerah pinggiran, hal ini disebabkan pada masa penjajah belanda mereka selalu dikejar-kejar karenadianggap terlalu keras dalam mengkritik kolonial tersebut.Dalam Hal kajian kitab dan amaliah sehari2 Rifaiyah sangat mirip dengan NU, warga Rifaiyah juga gemar tahlilan ataupun maulidan sebagaimana yang lazim dimasyarakat NU. hanya saja sebagai kitab pegangan mereka memprioritaskan kitab2 karangan Hadratusy syeikh Ahmad Rifai yang merupakan rangkuman, translet dan Interpretasi dari kitab2 berbahasa Arab yang sudah mashur dikalangan umat muslim Indonesia, seperti Fathul Qarib, Fathul Muin, Fathul Wahhab, Ihya Ulumaddin, Al Hikam, Nihayatul Muhtaj, Tuhfatul Muhtaj dan kitab2 Syafiiyah lainnya. Yang sedikit membedakan Rifaiyah dengan Ormas lainnya adalah Rifaiyah lebih menekankan Ibadah yang Memenuhi Rukun dan Syarat, Kewajiban memakai hijab bila laki2 dan perempuan berkumpul dalam satu majlis dan pentingnya sifat &#8216;Adalah. yaitu tidak menjalankan satupun dosa besar dan tidak mengekalkan dosa2 kecil.</p>
<p>Syekh Ahmad Rifai dalam kitab Syarih Al Iman dan Kitab Tahyirah Mukhtashor menyebutkan bahwa Rukun Islam itu hanya saatu yaitu mengucapkan dua kalimah sahadat, sahadat tauhid dan sahadat Rasul, setelah itu  baru dikenai kewajiban menjalankan ibadah Sholat, Shaum, Zakat dan Haji. jadi menurut beliau apabila seseorang telah mengucapkan 2 kalimah syahadah maka dia telah menjadi muslim, selanjutnya dia harus menjalankan kewajiban dia sebagai muslim yaitu mngerjakan sholat, Shaum Ramadhon, ZAakat dan Haji apabila mampu.</p>
<p>Jamaah Rifaiyah juga sangat selektif dalam memilih guru, Berikut petikan natsar (prosa) yang ditulis tangan oleh Syekh Ahmad Rifai. &#8220;Barang sopo wonge ora sah gurune wong iku pitakonan, sabab bodo tuwin Alim fasik tan taubat, mongko syaithon gurune wong iku sasar brayan.&#8221; Artinya kurang lebih ( barangsiapa yang tidak sah gurunya, sebab bodoh atau Alim fasik yang tidak sempat taubat, maka gurunya orang itu adalah syetan.</p>
<p>berikut kami berikan nama2 tokoh Rifaiyah yang sampai saat ini masih hidup, yang kesemuanya Insya Allah Alim serta Adil dan dapat dijadikan sebagai tempat bertanya:</p>
<p>K.H. Rois Yahya Dahlan            Pengasuh PP Miftahul Ulum Pati</p>
<p>K.H.Ahmad Saud                       Pengasuh PP Raudhotuth tholibin Kendal</p>
<p>K.H. Ahmad Syadzirin              Pengasuh PP Al Insap Pekalongan</p>
<p>K.H. Mukhlisin Muzarii            Cirebon</p>
<p>K.H Zaenal Abidin                    Pekalongan</p>
<p>K.H. Zaenal Khafidzin              Pekalongan</p>
<p>dan masih banyak lagi&#8230;&#8230;..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rifaiyah.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rifaiyah.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifaiyah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifaiyah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifaiyah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifaiyah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifaiyah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifaiyah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifaiyah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifaiyah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifaiyah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifaiyah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifaiyah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifaiyah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifaiyah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifaiyah.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifaiyah.wordpress.com&amp;blog=2017375&amp;post=3&amp;subd=rifaiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifaiyah.wordpress.com/2007/10/30/apa-itu-rifaiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba112cb8d02e7d671a9fae1dd799bd6c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rifaiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://rifaiyah.wordpress.com/2007/10/30/hello-world/</link>
		<comments>http://rifaiyah.wordpress.com/2007/10/30/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2007 03:54:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifaiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifaiyah.wordpress.com&amp;blog=2017375&amp;post=1&amp;subd=rifaiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rifaiyah.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rifaiyah.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rifaiyah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rifaiyah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rifaiyah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rifaiyah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rifaiyah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rifaiyah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rifaiyah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rifaiyah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rifaiyah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rifaiyah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rifaiyah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rifaiyah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rifaiyah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rifaiyah.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rifaiyah.wordpress.com&amp;blog=2017375&amp;post=1&amp;subd=rifaiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifaiyah.wordpress.com/2007/10/30/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ba112cb8d02e7d671a9fae1dd799bd6c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rifaiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
